Alaram Otomatis
Ketika terjadi Kebakaran
[Sensor Asap]













Tugas 6

Sensor ini saya ambil dari gambar Chapter 11 Halaman 507
Gambar ini menjelaskan waktu



Tujuan [Kembali]
1. Memenuhi tugas kimia.
2. Menjelaskan prinsip kerja alarm kebakaran.
3. Memberitahu komponen dalam membuat alrm.
4. Memaparkan rangkaian alarm kebakaran.

Alat dan Bahan [Kembali]
Alat :
1. Generator DC
Bahan :
1. Resistor
2. Led -red
3. Sw-DPST
4. Buzzer

5. TP31
6. Sensor Alarm


Dasar Teori [Kembali]
Keselamatan akan menjadi faktor utama yang dipertimbangkan saat terjadinya kebakaran disuatu gedung atau ditempat-tempat umum yang hampir keseluruhan fasilitasnya tak lepas dari listrik. Maka peringatan dini kebakaran atau fire alarm harus dapat mendeteksi kemungkinan terjadinya kebakaran dengan sangat baik, agar penghuni gedung/tempat tersebut memiliki waktu yang cukup untuk melakukan evakuasi. Dalam hal ini alarm akan memberitahukan apabila ada kemungkinan terjadinya bahaya atau kerusakan serta kejadian yang tidak diharapkan pada jaringan melalui sinyal, sehingga memberikan peringatan secara jelas untuk dapat diantisipasi.
Awal mula perkembangan teknologi alarm yaitu berawal dari inovasi industri keamanan elektronik dan peringatan kebakaran pada tahun 1850 oleh John Gamewell dan Edwin Holmes. Awalnya masyarakat diseluruh dunia menggunakan cara tradisional untuk memberitahukan peringatan kebakaran, seperti peluit, lonceng, kentongan atau bahkan dengan tembakan senjata keudara. Pada tahun 1890 alarm untuk pertama kali diperkenalkan dalam versi otomatis oleh Francis Robbsin Upton, sementara George Andrew Derby baru menemukan detector panas dan detector asap pada tahun 1902.
Sebelumnya, pada tahun 1841 seiring dengan ditemukannya telegram, seorang dokter muda yang kaya bernama William F Channing membuat sebuah sistem dari yang dapat mengirimkan sinyal alarm kebakaran kepada stasiun pemadam kebakaran yang ada di Boston, Amerika Serikat. Sistem ini menggunakan sandi morse yang ditemukan oleh Samuel Morse dalam sistem telegram yang memadukan kode dengan teknologi, untuk menyalurkan sinyal dari pusat sistem pemerintah menuju stasiun pemadam kebakaran untuk memberitahu titik lokasi terjadinya kebakaran.

Percobaan [Kembali]

Gambar Rangkaian




Prinsip Kerja [Kembali]
bekerja berdasarkan proses ionisasi molekul udara oleh unsur radioaktif Am (Americium241). Bahan ini digunakan sebagai pembangkit ion di dalam ruang detector (Figure 1).
Dalam detector terdapat dua plat yang masing-masing bermuatan postif dan negatif. Ion bermuatan positif akan tertarik ke plat negatif, sedangkan ion negatif tertarik ke plat positif. Proses ini akan menghasilkan sedikit arus listrik yang dikatakan “normal” (Figure 2). Manakala asap kebakaran masuk, terjadilah tumbukan antara partikel asap dengan molekul udara (yang terionisasi tadi). Sebagian partikel asap akan dimuati oleh ion positif dan sebagian lagi oleh ion negatif.34Oleh karena ukuran partikel asap lebih besar dan jumlahnya lebih banyak daripada molekul udara (yang terionisasi tadi), maka arus ion yang sebelumnya “normal” tadi, kini akan mengecil akibat terhalang oleh partikel asap. Jika sudah melampaui batas ambangnya, maka terjadilah kondisi “alarm” (Figure 3).
faktor kelembaban dan tekanan udara sering memberikan efek yang sama seperti asap, sehingga dapat mengganggu kerja detector ini5Kelembaban dan tekanan udara hanya terjadi di Reference Chamber saja. Jika asap masuk ke Sensing Chamber, maka arus ion menjadi tidak seimbang. Ini akan menyebabkan kondisi alarm.
Video Rangkaian




Download Gambar dan Video [Kembali]
File Resistor [ download ]
File Generator [ download ]
File Led red [ download ]
File Sw DPST [ download ]
File Buzzer [ download ]
File Tp 31 [ download ]
File Library Datasheet Sensor Alarm [ download ]
File Gambar rangkaian [ download ]
File Video Rangkaian [ download ]
File Rangkaian Proteus [ download ]